Senin, 31 Agustus 2020

Teater Populer Mencoba Menghibur di Antara Kepalsuan Hidup

Doddi Ahmad Fauji *

Media Indonesia 07/12/2004

Adakah seorang penyair identik dengan si pemberontak? Adakah si perajut kata itu --sekalipun ia seorang hipokrit-- dapat menjadi personifikasi dari si penguak kemunafikan? Kita bisa saja setuju, tapi boleh juga ragu.

Yang jelas, dalam lakon Julieus Caesar-nya Shakespeare, penyair itu diibaratkan duri dalam daging yang harus segera dicabut. Tidak mematikan memang, tetapi menyakitkan bila dibiarkan. Maka Caesar pun bertanya, ''Siapa kamu?'' "Saya penyair!'' ''Negara tidak membutuhkan penyair. Gantung dia!'' Dan penyair itu pun diseret ke tiang gantungan. Dan di masa Orde Baru, si Burung Merak menjadi simbol dari perlawanan. Dan pada pertunjukan Pakaian dan Kepalsuan (PdK) oleh Teater Populer, pembacaan puisi Chairil Anwar bertajuk Sia-sia pun menjadi pembuka tontonan.

Untuk lebih menegaskan bahwa penyair dalam lakon PdK adalah orang-orang kritis yang dengan berani membongkar hipokrisi, ditampilkan wajah almarhum Munir dengan menggunakan alat proyektor. Wajah Munir tampil di bagian awal dan akhir pertunjukan.

Ambiguitas itu terlihat pula pada pertunjukan PdK yang disutradari aktor Slamet Rahardjo Djarot, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Kamis (2/12) malam kemarin.

Pada babak-babak awal, diperlihatkan, si penyair itu (dimainkan oleh Alex Komang) ternyata 'demen' juga kepada si penjaja seks komersial (Ria Probo). Tetapi di pertengahan pertunjukan hingga akhir, si penyair itu dikisahkan menyerupai seorang santo. Ia tidak betah melihat kemunafikan orang-orang yang mengaku diri sebagai veteran perang kemerdekaan, yang menikmati hari tua sebagai orang sukses.

Ke sebuah rumah makan Bakmie Djawa/Stup Alpuket, berkunjunglah para pembohong itu, yaitu Abu, pejabat tinggi di sebuah kementerian (Slamet Rahardjo Djarot), Samsu, saudagar kaya (Muhammad Sunjaya), Sumantri, calon duta besar (Eric MF Dayoh) dan istrinya (Niniek L Karim). Di warung itu telah hadir lebih awal pengunjung setia, Hamid (Alex Komang) dan Rustam (Andi Bersama). Berkisahlah mereka mengenai masa-masa di saat mereka berjuang mengusir penjajah. Kisah mereka begitu heroik, dan pantaslah kalau kini bisa menikmati hidup.

Di meja yang lain, penyair dan temannya yang sedang main catur, merasa terganggu oleh bualan-bualan mereka. Akhirnya penyair mendatangi meja mereka, dan mengatakan supaya mereka jangan membual, dan sebaiknya segera mengakui diri mereka yang sesungguhnya.

Orang-orang itu tersinggung dan melecehkan penyair. Di luar dugaan, penyair mengeluarkan pistol kuno yang tidak berpeluru, dan menodongkannya ke mereka. Kini mereka dipaksa mengakui eksistensi yang sesungguhnya.

Lakon PdK sering dimainkan oleh berbagai kelompok teater di seluruh Tanah Air, termasuk kelompok teater mahasiswa. Tiap kelompok tentu memiliki interpretasi dan memperlakukan lakon PdK dengan beragam. Sebab pertunjukan Teater Populer ini digelar dalam rangka festival Panggung Teater Realis Indonesia yang diselenggarakan Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta pada 26 November hingga 2 Desember, tentu Slamet Rahardjo memanggungkan PdK dalam corak realis.

Pada sepekan festival teater realis itu, pertunjukan Teater Populer adalah yang paling berhasil memberikan pencerahan sekaligus menghibur penonton. Teater Populer berhasil meyakinkan penonton, bahwa ada pesona dalam pertunjukan teater yang bercorak realis. Ada gereget yang menggetarkan, ada hiburan yang menggelitik.

Semua itu, tentu saja, lahir dari suatu keterampilan akting para aktor Teater Populer dalam PdK yang bisa dikategorikan telah sampai pada tingkat kewajaran berperan dengan takaran yang pas.

Boleh disebut, semua aktor bermain dengan sangat wajar. Tidak indikatif, juga tidak artifisial. Walau kita tahu teater adalah sandiwara, tetapi para aktor itu seperti sedang menjalani kehidupan yang sesungguhnya.

Pada pertunjukan PdK itulah tampak kematangan para aktor. Teater Populer dikenal sebagai grup yang berkiblat pada jenis komedian. Tetapi di atas panggung, mereka tidak berkomedi. Mereka benar-benar berteater. Sehingga respons penonton dalam bentuk aplaus maupun tawa yang membuncah, tidak membuat mereka lantas lupa diri, dan kemudian melakukan improvisasi untuk menonjolkan diri, hal yang sering dilakukan oleh aktor-aktor komedian yang belum matang.

Kalaupun ada yang mengganggu pada pertunjukan PdK itu, adalah akting Alex Komang yang kurang intens di bagian pertengahan. Pada saat membuka pertunjukan, akting Alex begitu meyakinkan dan realistis. tetapi saat menggenggam pistol dan menodong para pembohong, akting Alex terlihat mengendur. Bahkan cara dia menggenggam pistol kurang meyakinkan. Alex memperlakukan pistol itu seperti mainan, bukan sebuah benda yang bisa mencabut nyawa. Sehingga, kalau pistol itu digantikan dengan mainan yoyo dan diandaikan sebagai pistol, rasanya tidak terjadi perbendaan.

Setelah hampir 10 tahun tidak tampil di panggung, kemampuan Teater Populer ternyata tidak melorot. Penonton GBB pun penuh, hingga harus ada yang lesehan hingga tiga baris di bagian depan panggung. Seandainya semua pertunjukan teater di TIM memiliki kualitas standar seperti Teater Populer yang dikenal banyak mencetak aktor film handal, tentu dunia teater dan film di Tanah Air akan lain ceritanya. Sayangnya, kita baru bisa berandai-andai.

***

*) Doddi Ahmad Fauji, penulis buku Menghidupkan Ruh Puisi, Sastrawan Angkatan 2000 versi Korrie Layun Rampan, dan mantan redaktur sastra Koran Media Indonesia (1999 – 2001).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan A Jalal A. Anzieb A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi A.P. Edi Atmaja Abdoel Moeis Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S. Abdullah Abubakar Batarfie Abdurrahman Wahid Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Achdiat K. Mihardja Achiar M Permana Adek Alwi Adhi Pandoyo Adib Baroya Aditya Ardi N Adri Sandra Adu Pesona Sang Wakil Cawapres RI Afrizal Malna Agama Para Bajingan Aguk Irawan MN Agus Buchori Agus Dermawan T. Agus Mulyadi Agus Prasmono Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunyoto AH J Khuzaini Ahmad Farid Yahya Ahmad Hasan MS Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Saifullah Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akhudiat Alawi Al-Bantani Alfatihatus Sholihatunnisa Alfian Dippahatang Ali Audah Alim Bakhtiar Amie Williams Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amril Taufik Gobel An. Ismanto Andhi Setyo Wibowo Andi Andrianto Andong Buku #3 AndongBuku #3 Andrea Hirata Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anton Wahyudi Anugrah Gio Pratama Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Arafat Nur Ardi Wina Saputra Ardy Suryantoko Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Saifudin Yudistira Arman A.Z. Arsyad Indradi Asarpin Ashimuddin Musa Asrul Sani Astuti Ananta Toer Atafras Audifax Awalludin GD Mualif Ayu Nuzul Azizah Hefni B Kunto Wibisono Bahrul Amsal Bambang Kempling Beni Setia Benny Benke Beno Siang Pamungkas Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Bloomberg Bre Redana Budaya Budi Darma Buldanul Khuri Bustan Basir Maras Candra Adikara Irawan Candrakirana Cangaan Ujungpangkah Gresik Jawa Timur Capres Cawapres 2019 Catatan Ceramah Cerpen Chairil Anwar Chicilia Risca CNN Indonesia Coronavirus COVID-19 D. Zawawi Imron Damiri Mahmud Darju Prasetya Darman Moenir Deddy Arsya Denny JA Denny Mizhar Devy Kurnia Alamsyah Dhoni Zustiyantoro Dian Sukarno Didin Tulus Dien Makmur Din Saja Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Donny Anggoro Donny Darmawan Dr. Hilma Rosyida Ahmad Dwi Cipta Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dyah Ayu Fitriana Ecep Heryadi Edy Suprayitno Eka Budianta Eka Kurniawan Elok Dyah Messwati Engkos Kosnadi Erdogan Erwin Setia Esai Esti Nuryani Kasam Evan Ys F. Budi Hardiman F. Rahardi Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Fahrur Rozi Faidil Akbar Farah Noersativa Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathul Qorib Fatkhul Anas Feby Indirani Felix K. Nesi Festival Teater Religi Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan Fira Basuki Forum Santri Nasional (FSN) Frischa Aswarini Fuad Mardhatillah UY Tiba Fuad Nawawi Galuh Tulus Utama Gampang Prawoto Gde Artawan Geger Riyanto Geguritan Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Guenter Grass Gus Ahmad Syauqi Gus tf Gusti Eka Habib Bahar bin Smith Haiku Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Han Gagas Hary B Koriun Hasan Basri Hasnan Bachtiar Heri Ruslan Herman Hesse Hertha Mueller Heru Kurniawan Hestri Hurustyanti Holy Adib Hudan Hidayat Hujuala Rika Ayu I Made Prabaswara I Made Sujaya IAI TABAH (Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah) Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Idrus Ignas Kleden Iksaka Banu Imam Jazuli Imam Nawawi Imammuddin SA Iman Budhi Santosa Indra Intisa Indra Mahadi Indra Tjahyadi Irfan Afifi Irine Rakhmawati Irwan Kelana Isbedy Stiawan ZS J.S. Badudu Jadid Al Farisy Jajang R Kawentar Jawa Timur Jean Marie Gustave le Clezio JJ. Kusni Jl Raya Simo Sungelebak Jo Batara Surya John H. McGlynn Jordaidan Rizsyah Jual Buku Paket Hemat Juara 3 Lomba Lompat Jauh DISPORA LAMONGAN Jurnalisme Sastrawi K.H. Ma'ruf Amin Kadek Suartaya Kaheesa Kirania Putri Ayu Kahfie Nazaruddin Kalis Mardiasih Kamaluddin Ramdhan Kanti W. Janis Karanggeneng Kardono Setyorakhmadi Kedai Kopi Sastra Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Pantura (KBP) KetemuBuku Jombang KH. M. Najib Muhammad KH. Muhammad Amin (1910-1949) Khairul Mufid Jr Khawas Auskarni Khoirul Abidin Khoshshol Fairuz Ki Ompong Sudarsono Kitab Arbain Nawawi Kodrat Setiawan Kompas TV Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra dan Teater Lamongan Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Komunitas-komunitas Teater di Lamongan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Kopuisi Kostela Kritik Sastra Kumpulan Cerita Buntak Kurnia Effendi Kuswaidi Syafi’ie L Ridwan Muljosudarmo L.K. Ara Lamongan Lan Fang Lawi Ibung Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Literasi Liza Wahyuninto Lukas Luwarso Lukisan Lukman Lukman Santoso Az Lutfi Mardiansyah M Farid W Makkulau M. Faizi M.D. Atmaja Madrasah Aliyah Matholi'ul Anwar Madrasah Ibtida’iyah Thoriqotul Hidayah 1 Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maman S Mahayana Manado Manneke Budiman Maratushsholihah Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Mario F. Lawi Marsel Robot Martin Aleida Marwanto Mashuri Massayu Masuki M. Astro Masyhudi Media Seputar Pendidikan Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Purnama di Kampung Halaman Mereka yang Menjerat Gus Dur MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mien Uno Moh. Dzunnurrain Moh. Jauhar al-Hakimi Mohammad Rafi Azzamy Mohammad Rokib Mohammad Yamin Muafiqul Khalid MD Much. Khoiri Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Alfatih Suryadilaga Muhammad Antakusuma Muhammad Fikry Mauludy Muhammad Hafil Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad N. Hassan Muhammad Subarkah Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhidin M. Dahlan Muhyiddin Mukadi Mukani Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Musa Ismail Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Nanang E S Nara Ahirullah Naskah Teater Nezar Patria Noor H. Dee Nunus Supardi Nur Haryanto Nur Wachid Nurel Javissyarqi Nurul Komariyah Okky Madasari Olivia Kristina Sinaga Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pagelaran Musim Tandur Palupi Panca Astuti Pameran Lukisan Parimono V / 40 Plandi Jombang PC. Lesbumi NU Babat PDS HB Jassin Pelukis Dahlan Kong Pelukis Tarmuzie Penculikan Aktivis 1988 Pendidikan Pengajian Pengarang kelahiran Lamongan Pentigraf Pepaosan Perbincangan Peringatan Hari Pahlawan 10 November Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Pipiet Senja Politik Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pramoedya Ananta Toer Presiden Jokowi Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Puji Santosa Pustaka LaBRAK PUstaka puJAngga R. Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rasanrasan Boengaketji Raudlotul Immaroh Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Reuni dan Halal Bihalal Mts Putra-Putri Simo 1992 Ribut Wijoto Riki Antoni Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Robin Al Kautsar Rodli TL Roland Barthes Rosi Rosihan Anwar RR Miranda Rumah Budaya Pantura (RBP) S. Jai S.W. Teofani Sabiq Carebesth Sabrank Suparno Safitri Ningrum Sainul Hermawan Sajak Salman Aristo Sandiaga Uno Sanggar Lukis Alam Sanggar Pasir Sanggar Rumah Ilalang Sanggar Sastra Tasikmalaya (SST) Sarasehan dan Launching Buku Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Kuno Suku Sasak Sastri Bakry Satmoko Budi Santoso Satu Jam Sastra Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSAstra Boenga Ketjil Seni Gumira Ajidarma Seni Rupa Seno Gumira Ajidarma Seputar Sastra Pendidikan Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sirdjanul Ghufron Siwi Dwi Saputro Slamet Rahardjo Rais Soediro Satoto Soekarno Soeparno S. Adhy Soesilo Toer Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosiawan Leak Sri Handi Lestari Sri Wintala Achmad STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sujatmiko Sukarno Suminto A. Sayuti Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahrudin Attar Syaifuddin Gani Syaiful Amin Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Sylvianita Widyawati Tangguh Pitoyo Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Ilat Teater nDrinDinG Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tias Tatanka Timur Sinar Suprabana Titi Aoska Tiyasa Jati Pramono Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Toni Masdiono Tri Broto Wibisono TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus S Tulus Wijanarko Umar Fauzi Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Universitas Jember Universitas Negeri Jember Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wage Daksinarga Wahyu Aji Warung Boengaketjil Wawan Eko Yulianto Wawancara Wiji Thukul Wildan Nugraha Wildana Wargadinata Yanusa Nugroho Yasraf Amir Piliang Yerusalem Ibu Kota Palestina Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Herwibowo Yuditeha Yusri Fajar Yuval Noah Harari Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zara Zettira ZR Zehan Zareez Zuhdi Swt